kucingpilek
"mbok ya nek wes sama2 manteb ki cepet2 nikah".....
itu sepenggal kalimat yang diucapkan oleh neneku...bahkan ibuku...
Mau gk mau akupun harus berpikir memeras otakku untuk memikirkan omongan neneku itu..
ahhhhh..kenapa setiap orang tua pasti cepat2 menginginkan anaknya yang berumur 23 tahun keatas untuk segera menikah...ya ampun...bukankan pernikahan itu bukan hal untuk coba-coba..
Bukankan kita bener-bener mesti mempertimbangkan untuk melangkah ke jenjang pernikahan...?Tapi kalau belom menemukan orang yang kita manteb'i untuk menjadi pendamping kita..apa iya kita harus pasrah dan menerima yang sudah ada?
Untuk membahagiakan orang tua?
Ini hidupku..aku berhak menentukan jalan hidupku..kebahagiaanku..aku sedih kalau ibu/neneku sedih..tapi kalau aku malu ketika pernikahanku tidak sukses..apa justru itu tidak akan membuat mereka sedih..
Apa untuk nambah nilai ekonomi...hahaha..aku bekerja..aku bisa mencari uang sendiri..dan bukankah dengan menikah malah nambah2 pengeluaran ini dan itu?
Tyus karena apa kita harus menikah?
Untuk mencari perlindungan...lalu bagaimana kalau dalam rumah tangga justru terjadi pengkhianatan?ditampar2..dicaci maki..KDRT malahan yang terjadi...ampun deh...bukan itu juga jawabanya
Lalu??
Biar tidak kesepian....hem...bukankah kita punya banyak sahabat..teman-teman yang siap mendengar dan ngasih solusi apabila kita punya masalah,menemani kita setiap saat?
Lha terus untuk dan karena apa dipaksa segera menikah?
keturunan?......bukan juga ah....untuk mendapatkan keturunan bukan harus dengan jalan menikah buru-buru kan...jadi bukan itu...
Bingung juga mikirinya....seseorang berani memutuskan untuk menikah..berarti dia juga harus berani menangung resiko lahir dan batin.Tidak ada kepastian sama sekali dalam sebuah pernikahan akan bertahan sepanjang hidup,bahkan kalau pernikahan itu hancur ditengah jalan kita yang akan menanggungnya.
Apakah karena cinta?
hahaha...banyak orang bilang..cinta dalam sebuah pernikahan hanya bertahan satu sampai tiga bulan...setelah itu yang ada hanya..toleransi,kompromi,frustasi dan imajinasi...hehehee..ya imajinasi..apabila tidak menemukan kebahagiaan dalam pernikahan..kita hanya bisa berimajinasi apabila tidak mau gila karena frustasi.

Karena menikah adalah salah satu dari ibadah.menghindari zina..ini jawabanya si Anah temenku..bener juga...(meskipun banyak cara beribadah)
kemudian si ayu yang barusan menikah menjawab dengan lantang dab mantab
"untuk membentuk keluarga yang sakinah mawadah warrahmah"
hehehee..itukah jawabanya??
Tyus..