kucingpilek
Setiap ngomongin soal pernikahan..kenapa ya hatiku selalu gundah gulana?
Belom ada krentek(keinginan.red)untuk menikah kah?
atau terlalu takut menghadapi hari-hari setelah pernikahan?
atau malah takut ribet nyiapin pesta pernikahan?
Padahal aku neh dah ber-umur 25tahun..pas kan apabila mesti menikah sekarang?
tapi..kenapa ya selalu ngerasa berat banget untuk ngebahas masalah yg satu itu..
bentar lagi lebaran...keluarga besarr ngumpul..dan sudah pasti deh bakalan di tanyain soal rencana nikah...aahhh...knapa seh mereka-mereka tuh pada gk ngerti perasaanku.....menikah kah bukan hal yg gampang.
bukan hanya sekedar ijab qobul didepan penghulu..
bukan hanya menikmati indahnya malam pertama..(lom tentu indah juga kan yah..?)
tetapi kan yg harus dipikir adalah..bagaimanakah menjalani hari-hari setelah pernikahan?
mo mengalir begitu saja?waduhh kata guru besarr jangan begitu...semuanya harus bener-bener dikonsep..agar berjalan sesuai keinginan...
emang seh..kenyataan gk selalu sesuai dengan impian dan harapan...tetapi kan setidaknya kita berusaha untuk mewujudkan keinginan dan harapan itu..?
ahh..mungkin aku perlu banyak belajar dari pengalaman2 orang laen..dan tentu saja dari om google...hehehehe
Tyus..
kucingpilek
hari ini rasanya kepenatan menyerangku...jaga 12 jam dihari minggu..
sebenernya neh bukan yang pertama seh..tapi ntah knapa hari ini rasanya bener-bener penat..bete..maless banget..
dekluk deklukk...setiap nyenderin kepala bawaanya merem mulu..
huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa pergi kau penat...jangan ganggu aku..
Apakan aku seperti anak kecil?apakah sikapku seperti anak kecil
belakangan bertengkar terus ma dia....bosen..penat
Atau apakah karena aku yg terlalu menuntut??
tapi..ahhh emang wataknya..bawaan orok susah buat berubah..
bentar-bentar ngambek...
membiarkan aku dalam kebisuan...
membiarkan aku dalam kedinginan
membiarkan aku dalam kegundahan
membiarkan aku dalam kepanikan..
ahhhhhhhh cintaaaaaa....dimanaa rasa cinta ituu?
kenapa selalu mengedepankan EGO... Tyus..
kucingpilek
Jika ia sebuah cinta......
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar....

Jika itu cinta..
Aku seharusnya dapat melepaskannya
Untuk merelakannya. .
Berbahagia dengan yg lain..

Jika itu cinta..
Bukan bagaimana menjadi pasangan yg sempurna...
Tapi membiarkan kita menjadi diri sendiri..
Dan oleh karenanya kita menjadi sempurna..

Jika ia cinta..
Bukan karena kau cantik atau ganteng..
Maka aku mencintaimu. .
Tapi karena aku mencintaimu. .
Maka kau selalu terlihat cantik dan ganteng..

Jika itu cinta..
Memang menyakitkan ketika aku tak dapat bersatu dengannya
Tapi akan lebih menyakitkan lagi
Apabila dia tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan..

Jika itu cinta..
Memang menyakitkan mencintai orang yang tidak mencintaimu. .
Namun lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang..
Dan engkau tidak pernah punya keberanian untuk menyatakan cintamu padanya..

Jika itu Cinta...
Engkau masih bisa tersenyum ..
Dan berkata aku turut berbahagia untukmu..
Ketika dia memilih mencintai orang lain..

Jika itu Cinta..
Ia hadir kepada mereka yang masih percaya...
Walaupun ia pernah dicampakkan. .

YA TUHAN, ajarkan aku mencintai orang lain, walaupun dia sudah menyakiti
bahkan memilih untuk tidak bersamaku.

Berkorban tapi tidak menuntut;
Memberi tapi tidak memaksa;
Mencintai tanpa pamrih;

MAMPUKAH AKU? MAMPUKAN AKU TUHAN..
Tyus..
kucingpilek
Bila cinta memanggilmu, turutlah bersamanya. Kendati jalan yang mesti engkau lalui sangat keras dan terjal. Ketika sayap-sayapnya merangkulmu, maka berserah dirilah padanya. Sekalipun pedang-pedang yang bersemayam di balik sayap-sayap itu mungkin akan melukaimu. Ketika ia bertutur kepadamu, maka percayalah padanya. Walaupun suaranya akan memporak porandakan mimpi-mimpimu laksana angin utara yang meluluh-lantakkan tetanaman

Cinta akan memahkotai dan menyalibmu. Menyuburkan dan mematikanmu. Membumbungkanmu terbang tinggi, mengelus pucuk-pucuk rerantinganmu yang lentik dan menerbangkanmu ke wajah matahari. Namun cinta juga akan mencekik dan menguruk-uruk akar-akarmu sampai tercabut dari perut bumi

Serupa dengan sekantong gandum, cinta menyatukan dirimu dengan dirinya. Meloloskanmu sampai engkau bugil bulat. Mengulitimu sampai engkau terlepas dari kulit luarmu. Melumatmu untuk memutihkanmu. Meremukkanmu sampai engkau menjelma liat.

Lantas,

Cinta akan membopongmu ke kobaran api cusinya. Sasampai engkau berubah menjadi roti yang disuguhkan dalam suatu jamuan agung kepada Tuhan

Cinta melakukan semua itu hanya untukmu sampai engkau berhasil menguak rahasia hatimu sendiri. Agar dalam pengertian itu engkau sanggup menjadi bagian dari kehidupan. Jangan sekali-kali engkau ijinkan ketakutan bersemayam di hatimu. Supaya engkau tidak memperbudak cinta hanya demi meraup kesenangan. Sebab memang akan jauh lebih mulia bagimu. ntuk segera menutupi aurat bugilmu dan meninggalkan altar pemujaan cinta. Memasuki alam yang tak mengenal musim. Yang akan membuatmu bebas tersenyum, tawa yang bukan bahak, hingga engkau pun akan menangis, air mata yang bukan tangisan

Cinta takkan pernah menganugerahkan apa pun kecuali wujudnya sendiri
Dan tidak sekali-kali menuntut apapun kecuali wujudnya sendiri itu pula Cinta tidak pernah menguasai dan tidak pernah dikuasai Lantaran cinta terlahir hanya demi cinta

Manakala engkau bercinta, jangan pernah engkau tuturkan, "Tuhan bersemayam di dalam lubuk hatiku". Namun ucapkanlah, "Aku tengah bersemayam di lubuk hati Tuhan". Jangan pula engkau mengira bahwa engkau mampu menciptakan jalanmu sendiri Sebab hanya dengan seijin cintalah jalanmu akan terkuak

Cinta tidak pernah mengambisikan apapun kecuali pemuasan dirinya sendiri Tetapi bila engkau mencintai dan terpaksa mesti menyimpan hasrat, maka jadikanlah hasratmu seperti ini:

Melumatkan diri dan menjelma anak-anak sungai yang gemericik mengumandangkan tembang ke ranjang malam Memahami nyerinya rasa kelembutan Berdarah oleh pandanganmu sendiri terhadap cinta Menanggung luka dengan hati yang penuh tulus nan bahagia Bahagia dikala fajar dengan hati mengepakkan sayap-sayap Dan melambaikan rasa syukur untuk limpahan hari yang berbalur cinta Merenungkan muara-muara cinta sambil beristirahat di siang hari. Dan kembali dikala senja dengan puja yang menyesaki rongga hati

Lantas,

Engkaupun berangkat ke peraduanmu dengan secarik doa Yang disulurkan kepada sang tercinta di dalam hatimu Yang diiringi seuntai irama pujian yang meriasi bibirmu.

File from:Kahlil Gibran
Tyus..